Program Studi Teknik Sistem Perkapalan pada Institut Teknologi Kalimantan didirikan sebagai respons terhadap kebutuhan strategis nasional akan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kemaritiman, khususnya pada aspek sistem perkapalan. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap transportasi laut, industri galangan kapal, pelabuhan, serta kegiatan industri lepas pantai (offshore), yang secara langsung menuntut keberadaan tenaga ahli dengan kemampuan multidisiplin dalam perancangan, analisis, dan pengelolaan sistem kapal. Di sisi lain, perkembangan wilayah Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, termasuk dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), semakin memperkuat urgensi pengembangan pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan industri maritim secara kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, Institut Teknologi Kalimantan sebagai perguruan tinggi negeri yang berorientasi pada pengembangan teknologi dan pembangunan berkelanjutan menginisiasi pembukaan Program Studi Teknik Sistem Perkapalan melalui proses perencanaan yang sistematis dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Proses ini diawali dengan penyusunan studi kelayakan, analisis kebutuhan pemangku kepentingan, serta benchmarking dengan program studi sejenis pada perguruan tinggi unggulan. Selanjutnya dilakukan perancangan kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), dengan penekanan pada integrasi keilmuan dan relevansi terhadap kebutuhan industri. Usulan pembukaan program studi diajukan oleh Rektor Institut Teknologi Kalimantan melalui surat Nomor 22552/IT10/TU.05/2025 tanggal 22 Juli 2025 dan memperoleh rekomendasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI melalui surat Nomor 2896/LL11/KL.00.00/2025 tanggal 16 September 2025.
Berdasarkan hasil evaluasi atas kelayakan akademik dan administratif, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1092/B/O/2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Teknik Sistem Perkapalan Program Sarjana pada Institut Teknologi Kalimantan di Kota Balikpapan, yang ditetapkan pada tanggal 8 Desember 2025. Keputusan tersebut menyatakan bahwa program studi telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi dan wajib diselenggarakan sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sejak awal pendiriannya, Program Studi Teknik Sistem Perkapalan dirancang dengan karakteristik keilmuan yang menitikberatkan pada integrasi sistem internal kapal, yang meliputi sistem propulsi, sistem perpipaan, sistem kelistrikan, serta sistem kendali dan otomasi. Pendekatan ini membedakan program studi dari disiplin perkapalan konvensional yang lebih berfokus pada aspek struktur, sehingga lulusan diharapkan memiliki kemampuan komprehensif dalam memahami kapal sebagai suatu sistem yang terintegrasi. Selain itu, kurikulum dan proses pembelajaran juga diarahkan untuk mengakomodasi perkembangan teknologi global melalui penguatan aspek digitalisasi maritim (smart ship systems), efisiensi dan manajemen energi, serta keberlanjutan dan dekarbonisasi sektor maritim.
Dalam pengembangannya, Program Studi Teknik Sistem Perkapalan memanfaatkan potensi wilayah Kalimantan sebagai living laboratory, yang memberikan peluang bagi pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis kondisi nyata di lapangan, khususnya pada sektor pelayaran, industri lepas pantai, serta logistik maritim. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga kemampuan aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, keberadaan Program Studi Teknik Sistem Perkapalan di Institut Teknologi Kalimantan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sektor kemaritiman nasional melalui penyediaan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berdaya saing, serta berkontribusi dalam pengembangan teknologi sistem perkapalan yang berorientasi pada keberlanjutan di tingkat nasional maupun global